Minggu, 07 Januari 2018

Citra Raya Cikupa Kabupaten Tangerang Rawan Curanmor

Januari 07, 2018 // by Romadoni // No comments

Pada hari Sabtu, 6 Januari 2017 Ayah saya di kabari lewat telpon oleh Kakak saya di jam 3 sore bahwa motor Kakak saya telah hilang di sekitaran ruko dekat Ecoplaza Citra Raya. Waktu itu saya sedang berada di rumah, jadi saya di suruh menjemput Kakak saya untuk mengantarnya ke kantor polisi terdekat dengan membawa BPKB motor tersebut yaitu Honda Vario 150 Hitam berplat nomer B 6796 GVG.

Sesampainya di sana ternyata Kakak saya sedang di temani oleh satu orang teman perempuannya. Mereka telah menyambangi polsek Cikupa untuk melapor, namun ternyata daerah TKP bukan dalam wilayah pengawasan polsek cikupa melainkan polsek panongan. Jadi kita bertiga berangkat ke polsek panongan.

Sesampainya disana Kakak saya bertemu polisi yang ternyata sudah di kenal sebelumnya. Setelah menerima kabar kehilangan motor beliaupun kaget dan berkata "di situ memang rawan". Sehabis bercakap-cakap sebentar kitapun di persilahkan masuk dan menunggu karena sedang ada satu orang yang membuat laporan juga.

Sambil menunggu antrian Kakak sayapun bercerita tentang kronologis kejadian. Sejak pagi harinya Kakak saya izin pergi untuk menyervis motor, namun ternyata dia tidak langsung pulang melainkan mengedit foto untuk di jadikan kolase hiasan di taman baca mengajar dimana tempat yang sedang ia singgahi tersebut menjadi lokasi kehilangan motornya. Pelaku curanmor sangat cepat dalam beraksi, bahkan tidak ada satu menit motornya Kakak saya sudah di bawa kabur. Aksi mereka terlihat dari rekaman CCTV di toko sebelah, namun sayang muka pelakunya tidak terlihat karena terhalang mobil. Di CCTV hanya terlihat sekelebatan saja pelaku curanmor tersebut. Disana tempatnya ramai, namun orang-orang di sekitar tidak sadar kalau ada pencurian sepeda motor.

Singkat cerita, akhirnya proses pelaporanpun selesai dan teman-teman Kakak sayapun sudah banyak yang menunggu bersama saya di luar. Waktu menunjukkan sudah pukul setengah 8 malam, akhirnya kita beranjak pulang. Dengan hati yang sedih Kakak saya masih merasa tidak percaya dengan kejadian yang di alaminya. Tapi saya coba meyakinkan bahwa benda bisa di beli lagi, namun bersyukurlah karena masih di beri kesehatan.

Hikmahnya semoga kita bisa lebih memperhatikan barang yang kita punya karena kejahatan sekarang bisa terjadi dimana saja, dan tetap waspada dimanapun berada. Semoga kita selalu di beri perlindungan oleh Allah Subhanahu Wa ta'ala. Amin.

0 komentar:

Posting Komentar

loading...