Sabtu, 10 Februari 2018

Pengalaman Magang II Universitas Muhammadiyah Tangerang

Februari 10, 2018 // by Romadoni // No comments

Halo, perkenalkan nama saya Doni mahasiswa UMT fakultas keguruan bahasa inggris. Ketika menulis ini saya masih duduk di semester 6 (semoga cepat berhasil dan lulus). Sedikit mau cerita saja tentang pengalaman magang II barangkali bisa bermanfaat untuk adik-adik semua yang ingin melaksanakannya juga nanti.

Foto bersama Kepala Sekolah

Magang II adalah bagian kegiatan dari silabus KKNI yang perdana diterapkan pihak UMT ketika saya menginjak semester 3 (2016). Di kurikulum sebelumnya kegiatan magang hanya dilakukan di semester 7 saja selama satu bulan. Namun, di kurikulum KKNI ini kegiatan magang dibagi menjadi 3, yaitu: 
Magang 1 (Observasi kegiatan pembelajaran) dilaksanakan di akhir semester 3 selama 2 minggu.
Magang 2 (Observasi perangkat pembelajaran) dilaksanakan di akhir semester 5 selama 2 minggu.
Magang 3 (Asistensi guru mengajar dikelas) dilaksanakan di semester 7 selama 1 bulan.
Memang jangka waktu yang di butuhkan dalam KKNI lebih lama, namun terlihat lebih berjenjang untuk perkembangan mahasiswa agar mengerti tahap demi tahap proses mengajar. Tetapi, ternyata jalannya tidak selalu mulus dan sesuai harapan. Saya banyak mengalami kendala dalam melaksanakan kegiatan magang II ini baik itu internal maupun eskternal.

Budaya atau bukan hal yang serba mendadak rasanya sudah biasa terjadi di kampusku tercinta ini. Dari masalah pembayaran yang jangka waktunya pendek dan mendadak, buku pedoman magang yang belum di cetak, hingga masalah sertifikat yang simpang siur, dan sebenarnya masih banyak lagi. Tentunya saya sudah tidak kaget dengan hal ini, namun shock therapy yang sebenarnya adalah ketika saya menghadapi masalah internal kelompok. Terjadi perang dingin di fase awal magang II tentang pemilihan sekolah. Ada bagian dari kelompok saya yang kekeh dengan sekolah yang mereka pilih dan melupakan kesepakatan awal. Akhirnya sebagai ketua saya menggunakan hak saya untuk menentukan sekolah terbaik untuk kelompok kita. Masalah memang selesai, namun hal ini tentunya akan mempengaruhi keharmonisan kelompok. Ya, itulah manusia mereka memiliki sifat buruk masing-masing yang suatu saat akan keluar, padahal ketika magang I terlihat baik, namun akhirnya muncul juga sifatnya yang seperti itu.

Masih tentang masalah internal, ketika tiba saatnya untuk bertemu dosen pembimbing untuk pertama kali banyak dari anggota kelompok yang tidak hadir. Alhasil, dospem tersebut geram dan menyalahkan saya sebagai ketua kelompok. Apa yang saya rasa saat itu? Saya sangat marah sekaligus malu. Akhirnya saya memaki-maki mereka di whatsapp grup meskipun tidak kasar menurut saya. Itu merupakan teguran untuk mereka agar mereka juga bisa merasakan di permalukan itu rasanya seperti apa. Tetapi maksud saya baik, saya hanya ingin mengencangkan kembali tali yang sudah kendur. Masih banyak lagi masalah internal yang saya hadapi ketika magang II seperti perangkat pembelajarannya kurang lengkap dan cukup janggal, kelompok yang kurang solid, menyelesaikan laporan yang hampir sendirian, hingga mepet deadline laporan belum di hardcover.

Selain dari pihak kampus masalah eksternal juga datang dari sekolah yang saya observasi. Ternyata pihak sekolah menginginkan kita untuk mengajar tak hanya mengamati perangkat pembelajaran. Selain itu Ayah saya juga sedang sakit parah sehingga saya tidak bisa full menekuni kegiatan magang II itu. Tapi Alhamdulillah semua bisa dilalui. Ya, semoga kedepannya saya pribadi bisa belajar dari hal ini dan tahu bagaimana car menghadapi masalah-masalah yang datang. Karena hidup ini tidak hanya tentang bahagia, tapi juga tentang duka. Masalah ada untuk dihadapi, bukan di hindari.
Semoga bermanfaat!

0 komentar:

Posting Komentar

loading...