Sepeda merupakan komuter tanpa mesin/ motor untuk melaju melainkan dengan kayuhan pengendaranya sendiri. Sepeda di kenal ramah lingkungan oleh karena itu sepeda menjadi kendaraan favorit untuk beberapa orang terutama untuk bepergian jarak dekat. Namun fakta di lapangan kadang tak seramah pesepeda. Ketika pesepeda mencoba menyatu di jalan raya. Banyak pandangan aneh yang tertuju padanya. Kenapa???
![]() |
| Ilustrasi pesepeda (sumber pihak ke tiga) |
1. Sepeda masih menjadi minoritas
Paradigma masyarakat tentang sepeda mungkin hanyalah sekedar alat olahraga di akhir pekan dan kurang cocok untuk di gunakan sehari-hari. Sepeda masih di anggap remeh jadi banyak orang yang lebih memilih kendaraan bermotor sebagai alat transportasi. Padahal sepeda bisa menjadi alat transportasi yang efisien + bebas bbm untuk di pakai beraktifitas sehari-hari. Mungkin pandangan tersebutlah yang membuat sepeda masih menjadi minoritas, sehingga masyarakat merasa aneh ketika melihat pesepeda mengayuh sepedanya.
Paradigma masyarakat tentang sepeda mungkin hanyalah sekedar alat olahraga di akhir pekan dan kurang cocok untuk di gunakan sehari-hari. Sepeda masih di anggap remeh jadi banyak orang yang lebih memilih kendaraan bermotor sebagai alat transportasi. Padahal sepeda bisa menjadi alat transportasi yang efisien + bebas bbm untuk di pakai beraktifitas sehari-hari. Mungkin pandangan tersebutlah yang membuat sepeda masih menjadi minoritas, sehingga masyarakat merasa aneh ketika melihat pesepeda mengayuh sepedanya.
2. Melaju dengan kecepatan rendah
Sepeda mengandalkan kayuhan pengendaranya untuk melaju, jadi kecepatannya memang relatif lambat. Mungkin hal ini yang membuat pengendara bermotor tak sabaran untuk menyalip sepeda yang sedang melaju dan memasang raut wajah kesal. Padahal ada pasal dalam undang-undang negara yang menyatakan pengendara bermotor harus mengutamakan pesepeda dan pejalan kaki. Mungkin keadilan belum memihak pada pesepeda, jalur khusus sepeda di seluruh penjuru kotapun jumlahnya bisa saja di hitung jari.
Sepeda mengandalkan kayuhan pengendaranya untuk melaju, jadi kecepatannya memang relatif lambat. Mungkin hal ini yang membuat pengendara bermotor tak sabaran untuk menyalip sepeda yang sedang melaju dan memasang raut wajah kesal. Padahal ada pasal dalam undang-undang negara yang menyatakan pengendara bermotor harus mengutamakan pesepeda dan pejalan kaki. Mungkin keadilan belum memihak pada pesepeda, jalur khusus sepeda di seluruh penjuru kotapun jumlahnya bisa saja di hitung jari.
3. Enggan bergerak/ berkeringat
Sebagian besar masyarakat mungkin malas untuk mengayuh sepeda karena akan berkeringat, merusak dandanan, dll. Padahal manfaat positifnya tubuh bisa menjadi sehat karena bersepeda berarti berolahraga. Sebenarnya sepeda bisa di jadikan gaya hidup yang menguntungkan jika banyak yang menyadarinya. Kenapa masih enggan untuk bersepeda?
Sebagian besar masyarakat mungkin malas untuk mengayuh sepeda karena akan berkeringat, merusak dandanan, dll. Padahal manfaat positifnya tubuh bisa menjadi sehat karena bersepeda berarti berolahraga. Sebenarnya sepeda bisa di jadikan gaya hidup yang menguntungkan jika banyak yang menyadarinya. Kenapa masih enggan untuk bersepeda?
Jika di telaah lebih lanjut, bersepeda bisa di jadikan gaya hidup yang hemat, sehat, dan smart loh. Mungkin masih banyak yang belum sadar akan manfaatnya sehingga pesepeda sering di anggap sebelah mata. Coba saja mereka tahu dan merasakan sendiri. Pasti ketagihan untuk bersepeda. Harapan kedepan semoga makin banyak yang menggunakan sepeda sehingga sepeda tak lagi menjadi minoritas melainkan komuter pilihan utama untuk beraktifitas. Asik juga kan kalau banyak yang menggunakan sepeda. Adem, tentrem :) Thanks for read!
Sumber:
Img https://m.huffpost.com/us/entry/4426504

0 komentar:
Posting Komentar