Rabu, 27 Desember 2017

Prihatin: Apa kerennya sih jadi berandalan ngga jelas yang "Katanya" Ngaku Gangster/ Geng Motor

Desember 27, 2017 // by Romadoni // No comments

Pertama-tama motivasi penulis menulis artikel ini adalah karena keprihatinan penulis terhadap fenomena sosial yang terjadi di masyarakat kita. Gangster dan sejenisnya sudah sangat meresahkan bahkan keberadaannya bisa membahayakan  masyarakat. Tak heran jika mereka pantas di juluki sebagai "sampah masyarakat."
Ilustrasi Gang Film Crow Zero
Rasanya tak pernah habis kabar tentang aksi-aksi kriminal geng motor. Baru ini, di bulan Desember 2017 aksi mereka terekam kamera CCTV di salah satu toko baju di kota Depok dan menjadi viral. Mereka bergerombol dan menjarah bundel-bundel pakaian yang terlipat rapi di muka toko sembari beberapa dari mereka mengancam penjaga toko dengan senjata tajam, lalu mereka bergegas pergi. Namun, kini mereka telah di tangkap oleh pihak kepolisian sementara kasusnya tengah di kembangkan. Di ketahui alasan mereka mencuri toko pakaian tersebut untuk memberikan hadiah natal & tahun baru kepada anggota geng motor lainnya. Hello! Memberi hadiah kok dengan cara seperti itu!

Geng motor/ gangster kebanyakan beranggotakan remaja di bawah umur yang masih labil dan mencari jati diri. Aktifitas yang mereka lakukan biasanya tidak beresensi positif seperti nongkrong ngga jelas sambil merokok atau minum-minuman, berleha-leha, tawuran, menjarah, balapan liar, dan banyak lagi pokoknya tidak ada bagus-bagusnya. Lalu mengapa mereka berani berbuat tindakan kriminal? Itu karena mereka di pengaruhi oleh para seniornya yang lebih dulu melakukan hal itu. Selain itu ada beberapa faktor yang membuat mereka mengikuti/ keikutan/ terjerumus ke perkumpulan semacam itu. Yaitu:

1. Belum memiliki tujuan/ minat yang kuat di hidupnya.
Kebanyakan dari mereka masih belum memiliki tujuan dari hidupnya. Itulah kenapa mereka menjadi sangat mudah untuk berbaur dengan gangster/ geng motor. Mereka masih bingung untuk mengekspresikan energi mudanya sehingga mereka kadang tak bisa menolak ajakan temannya untuk berbuat sesuatu termasuk masuk ke dalam perkumpulan semacam itu. Intinya bagi mereka yang pendidikan rohani dan sosialnya tidak terpaut dengan baik di hatinya maka akan mudah terpengaruh oleh hal apapun. Sebaliknya, jika pendidikan rohani dan sosialnya sudah kuat, maka itulah modal untuk arah tujuan/ minatnya agar tidak mudah terpengaruh hal lain kecuali sesuai dengan tujuan/ minatnya.

2. Pengawasan orang tua yang tidak maksimal.
Orang tua harus ekstra mengawasi anak-anaknya di zaman modern ini agar tidak berjalan ke arah yang salah. Maksudnya, para orang tua harus tegas dalam menegakkan peraturan rumah untuk mencegah pengaruh buruk menerpa anaknya. Tidak hanya sekedar megatur, tetapi juga mengawasi kegiatan anak-anaknya ketika sedang di luar rumah. Oleh karena itu, orang tua harus lebih cekatan dari anaknya.

3. Keinginan untuk di akui keberadaannya oleh teman-temannya.
Faktanya remaja lebih suka jika di akui  eksistensinya oleh teman-temannya di banding orang tuanya. Hal itu memang terjadi secara alami oleh kebanyakan remaja. Mereka lebih ingin bergaul dan di akui untuk mencapai kepuasan batinnya untuk di anggap berarti oleh orang lain. Namun, hal tersebut kadang tak di dapatkannya di lingkungan yang ia jalani. Sehingga mereka mencoba bergabung dengan lingkungan strategisbaru seperti gangster/ geng motor dan merasa di akui oleh teman se-gengnya di sana.

4. Mendapatkan "perhatian lebih" di kelompok itu.
Perhatian tersebut bisa di artikan sebagai hiburan yang di berikan teman se-gengnya. Ketika anak tidak betah akan aktifitas di rumahnya, maka mereka akan mencari tempat lain yang lebih baik. Jadi mereka merasa senang jika bergabung dengan teman se-gengnya dan dari sini semua pengaruh buruk bisa di tularkan.

5. Akses menuju kebebasan.
Bergabung dengan mereka para gangster/ geng motor adalah pembuka jalan mereka menuju hal-hal yang belum pernah mereka coba sebelumnya atau justru mempermudah mereka meneruskan kebiasaan buruknya. Contohnya adalah mereka bisa merasakan secara langsung apa itu obat-obatan terlarang dan pergaulan bebas. Itu karena para temannya yang sudah fasih tentang hal itu memberi jalan kepada mereka untuk melakukan hal serupa.

Beberapa faktor di atas hanyalah sedikit faktor yang saya jelaskan, namun sudah bisa menggambarkan kenapa para remaja bisa masuk kedalam gangster/ geng motor. Semoga faktor-faktor di atas bisa di pahami oleh para kaum muda dan orang tua agar mencegah terjerumus kedalam gangster/ geng motor/ hal negatif lainnya.

Hasil gambar untuk pemuda penerus bangsa

Mulai sekarang cobalah mengeksperesikan diri kalian ke arah yang positif. Kejarlah cita-cita atau tekuni hobi . Jika sudah mahir, hobi bisa saja menghasilkan uang. Belajarlah dengan gigih dan tekun karena zaman sekarang pengetahuan sangat di andalkan untuk berkarir. Cerdaslah dalam bergaul, jangan ikuti teman yang mengajak ke arah hal tidak penting dan tidak bermanfaat. Jadilah diri kalian sendiri yang baik!

JADI, APA KERENNYA GANGSTER/ GENG MOTOR? TIDAK ADA KERENNYA SAMA SEKALI!!!

Pesan saya untuk para remaja; pemuda penerus bangsa, semoga kalian tidak ikut-ikutan ke perkumpulan seperti itu. Negeri ini masih memerlukan kalian untuk berkembang lebih maju. Raihlah prestasi dan berkarya untuk membanggakan diri sendiri dan orang tua. Bagi kalian yang merasa belum memiliki tujuan atau sudah punya tujuan namun tidak tahu harus berbuat apa. Berjuanglah terus untuk mencari jalan keluarnya, kalian bukan anak cengeng kan?
Bagaimana masa depan kalian jika hanya melakukan hal yang tak berguna. Vandalisme, kriminal, drugs dll. Sedangkan masa depan dan karir tak kalian pikirkan?
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi adik-adikku dan bisa mengedukasi kita semua untuk terhindar dari perilaku tersebut. Thanks for read!

Hasil gambar untuk pemuda penerus bangsa
Kalo berprestasi dan berinovasi itu baru kereeeeeeeennnnn!!! :)

0 komentar:

Posting Komentar

loading...