Rabu, 07 Maret 2018

Contoh Report Text Bahasa Indonesia

Maret 07, 2018 // by Romadoni // No comments

Ojek online atau biasa disebut Ojol merupakan sebuah inovasi di bidang transportasi berkat adanya pengembangan teknologi di Indonesia. Semenjak populer pada tahun 2011, banyak orang yang tertarik untuk bekerja sebagai Ojol karena tertarik dengan omset yang ekspektasinya mencapai jutaan rupiah perminggu. Hal baik dari adanya Ojol yaitu dapat membantu membuka lapangan pekerjaan untuk berbagai kalangan masyrakat. Bagi mereka yang tua, muda, ataupun mereka yang memiliki pekerjaan tetap bisa saja ikut mendaftar sebagai mitra asalkan mereka memiliki niat dan memenuhi persyaratan. Namun, ternyata bekerja sebagai Ojol tidak sesuai yang di harapkan. Banyak sekali kendala atau hal-hal yang kurang menyenangkan yang harus di tanggung oleh supir Ojol ketika bekerja di lapangan. Contohnya adalah  jarak penjemputan yang terlalu jauh, dan lokasi penjemputan yang susah di cari.
Seringkali mitra Ojol mendapatkan jarak penjemputan yang lebih jauh daripada jarak pengantaran, itu di karenakan tidak ada lagi mitra Ojol yang ada di sekitar daerah tersebut sehingga sistem aplikasi otomatis akan mencari driver yang paling dekat dengan pemesan meskipun pada kenyataannya jarak penjemputan sangat jauh bahkan bisa mencapai 3-5 kilometer. Tentunya hal ini sangat merugikan driver karena bahan bakar yang di keluarkan akan lebih banyak. Dalam sistem, tarif biaya menjemput  akan di bebankan pada driver sehingga semakin jauh jarak penjemputannya maka driver akan semakin sabar.
Bukan hal baru jika mitra Ojol kesulitan mencari lokasi penjemputan yang di tentukan penumpang, karena di Indonesia tatanan pemukimannya sangat rumit dan padat sehingga seringkali GPS (Global Positioning System) tidak mampu menunjukkan arah yang benar menuju lokasi penjemputan. Dampaknya adalah mitra Ojol akan kesusahan, sesekali menancapkan gas motor dengan kencang dan berhenti untuk menanyakan lokasi yang tepat kepada pemesan jasanya. Bisa di bayangkan jika hal ini terjadi ketika siang hari dan cuacanya sangat panas. Para mitra Ojol harus rela berlelah tenaga, waktu, dan bensin untuk mencari lokasi penjemputan yang tepat demi mengejar rupiah.

Itu adalah dua contoh kendala mitra Ojol ketika sedang terjun ke lapangan. Meskipun ternyata rupiah yang di cari tidak sebanding dengan perjuangan mereka, namun kebutuhan ekonomi menjadi alasan utama yang membuat mereka rela untuk bekerja . Akhir kata, semoga para penumpang mitra Ojol dapat mengerti perjuangan mereka dengan memberi sedikit tips di tiap perjalanan atau setidaknya menghargai dan bersikap ramah kepada para mitra Ojol, itu cukup untuk meringankan beban pekerjaan mereka.

0 komentar:

Posting Komentar

loading...