Sabtu, 21 Juli 2018

SUASANA KEKELUARGAAN DALAM PEMBEKALAN KKNMU V PURBALINGGA DI UNIVERISTAS MUHAMMADIYAH TANGERANG

Juli 21, 2018 // by Romadoni // // 1 comment

(20 Juli 2018) Ketua LP3M UMT Pak Nur Iman Dirgantara sedang membuka sesi pembekalan di dampingi Pak Amiludin, dan Pak Dadang selaku panitia KKNMU V Purbalingga.
Jumat, 20 Juli 2018 menjadi hari yang di tunggu-tunggu bagi para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang peserta KKNMU V Purbalingga. Pasalnya tanggal 31 Juli nanti mereka akan  di berangkatkan ke daerah Purbalingga untuk terjun dan mengabdi pada masyarakat dalam kurun waktu satu bulan dengan program-program kerja yang telah di persiapkan secara mandiri. Total peserta yang mengikuti KKNMU V Purbalingga ini berjumlah 683 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia yang akan di tempatkan ke 65 desa di Purbalinga dan akan masing-masing akan di bagi kedalam kelompok yang berisi 10-11 mahasiswa perdesanya. Mengingat perlunya persiapan dan pengarahan langsung dari panitia KKNMU V aula lantai 6 UMT-pun dipadati sekitar 68 orang mahasiswa UMT yang menjadi peserta KKNMU V hal ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara mahasiswa yang belum mengenal satu sama lain.

Sesi pembekalan di buka oleh Pak Nur Iman Dirgantara selaku ketua LP3M UMT, beliau menerangkan mengenai konsep dari KKN atau Kuliah Kerja Nyata itu sendiri dimana mahasiswa harus mengabdi kepada masyarakat dengan ilmu yang telah dipelajari selama kuliah. Mahasiswa akan menjadi idola dalam masyrakat karena status yang di sandangnya, maka dari itu mahasiswa perlu memberi contoh yang baik dan melaksanakan program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu beliau menambahkan “Ada dua aspek program kerja yaitu pemberdayaan dan pembangunan”, namun focus mahasiswa disana adalah pada pemberdayaan agar masyarakat dapat meningkatkan produktifitas SDM-nya saja dan masalah pembangunan biarlah menjadi tanggung jawab pemda setempat.

Pembicaraan di lanjutkan oleh Pak Amil yang bercerita mengenai pengalaman-pengalaman unik pada  KKNMU sebelumnya di Bojonoegoro. Beliau bertanya kepada para mahasiswa “Disini ada yang mabok darat?” sontak para mahasiswa tertawa mendengar pertanyaan yang mengelitik itu. Pertanyaan itu di lontarkan Pak Amil bukan tanpa alasan, namun memang pada KKNMU sebelumnya ada mahasiswa yang sangat manja dalam perjalanan. Ada juga kejadian mahasiswa yang hampir tertinggal kereta karena sibuk mengurusi koper dari 36 mahasiswa. “Koper-koper itu sangat merepotkan, cuma 36 mahasiswa aja bisa setengah jam loadingnya” ujar Pak Amil. Pada KKNMU Bojonegoro ada 2 mahasiswa yang di pulang karena sakit tipes dan homesick atau tidak terbiasa dengan lingkungan baru serta banyak cerita unik lain yang di paparkannya sehingga mengundang suasana kekeluargaan di dukung gelak tawa para mahasiswa. Oleh karena itu Pak Amil berpesan pada para mahasiswa agar bisa mengondisikan dirinya masing-masing di Purbalingga nanti jika memiliki riwayat sakit maka bawalah obat-obat yang di perlukan sebagai antisipasi dan tetap bisa menjaga diri disana.

Terakhir adalah pemberian materi program kerja yang di jelaskan oleh Pak Dadang. Beliau menerangkan mengenai 4 pilar proker KKNMU yaitu Keilmuan, Keagaaman, Kesehatan, dan Lingkungan. Dalam hal ini mahasiswa wajib membuat proker individu yang sesuai dengan jurusan masing-masing. Selain itu mahasiswa juga di beri tugas dengan program LSBO atau Lembaga Sosial Budaya dan Olahraga dimana program ini adalah program titipan dari PP MUHAMMADIYAH yang isinya memberdayakan masyarakat melalui sosial, budaya, dan olahraga seperti mengadakan kompetisi menari dan badminton tenis tingkat kecamatan yang nantinya akan di koordinir oleh antar mahasiswa KKNMU yang desanya berbeda-beda namun tetap dalam satu kelompok LSBO. Tak luput Pak Dadang juga menceritakan hal unik lain dalam pengalamannya menjadi panitia KKN di Kalimantan Barat, Palembang, Lampung, Bojonegoro dll. Mengingat KKNMU bukanlah hal yang anti-mainstream melainkan sudah menjadi agenda wajib di UMT. Gelak tawa peserta membuat semakin hangat acara pembekalan pada waktu itu. Pada akhir pembicaraan Pak Dadang menyarankan untuk membentuk struktur internal mahasiswa UMT untuk KKNMU ini agar bisa mendiskusikan pertemuan berikutnya mengenai pelatihan pembuatan kuliner khas Tangerang yang nantinya akan menjadi cinderamata untuk masyarakat Purbalingga oleh masing-masing mahasiswa yang di tempatkan di desanya. Di ketahui juga Sabtu, 28 Juli nanti akan di adakan acara pelepasan resmi oleh rektorat UMT yang di adakan di kampus UMT. Kemudian keberangkatan akan di jadwalkan pada Selasa, 31 Juli mendatang di taman Gajah Tunggal Tangerang.

1 komentar:

  1. Ka post lagi dong cerita peter cs yg Hans, William sama Janshen nya ditunggu yah

    BalasHapus

loading...