![]() |
(20 Juli 2018) Ketua LP3M UMT Pak Nur
Iman Dirgantara sedang membuka sesi pembekalan di dampingi Pak Amiludin, dan
Pak Dadang selaku panitia KKNMU V Purbalingga.
|
Jumat, 20 Juli 2018 menjadi hari
yang di tunggu-tunggu bagi para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang peserta KKNMU V Purbalingga. Pasalnya tanggal 31 Juli nanti mereka akan
di berangkatkan ke daerah Purbalingga
untuk terjun dan mengabdi pada masyarakat dalam kurun waktu satu bulan dengan
program-program kerja yang telah di persiapkan secara mandiri. Total peserta yang mengikuti KKNMU V Purbalingga ini berjumlah 683 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia yang akan di tempatkan ke 65 desa di Purbalinga dan akan masing-masing akan di bagi kedalam kelompok yang berisi 10-11 mahasiswa perdesanya. Mengingat perlunya persiapan dan pengarahan langsung dari panitia KKNMU V aula
lantai 6 UMT-pun dipadati sekitar 68 orang mahasiswa UMT yang menjadi peserta KKNMU V hal ini sekaligus menjadi ajang
silaturahmi antara mahasiswa yang belum mengenal satu sama lain.
Sesi pembekalan di buka oleh Pak
Nur Iman Dirgantara selaku ketua LP3M UMT, beliau menerangkan mengenai konsep
dari KKN atau Kuliah Kerja Nyata itu sendiri dimana mahasiswa harus mengabdi
kepada masyarakat dengan ilmu yang telah dipelajari selama kuliah. Mahasiswa
akan menjadi idola dalam masyrakat karena status yang di sandangnya, maka dari
itu mahasiswa perlu memberi contoh yang baik dan melaksanakan program kerja
yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu beliau menambahkan “Ada dua aspek
program kerja yaitu pemberdayaan dan pembangunan”, namun focus mahasiswa disana
adalah pada pemberdayaan agar masyarakat dapat meningkatkan produktifitas
SDM-nya saja dan masalah pembangunan biarlah menjadi tanggung jawab pemda
setempat.
Pembicaraan di lanjutkan oleh Pak
Amil yang bercerita mengenai pengalaman-pengalaman unik pada KKNMU sebelumnya di Bojonoegoro. Beliau
bertanya kepada para mahasiswa “Disini ada yang mabok darat?” sontak para
mahasiswa tertawa mendengar pertanyaan yang mengelitik itu. Pertanyaan itu di
lontarkan Pak Amil bukan tanpa alasan, namun memang pada KKNMU sebelumnya ada
mahasiswa yang sangat manja dalam perjalanan. Ada juga kejadian mahasiswa yang hampir
tertinggal kereta karena sibuk mengurusi koper dari 36 mahasiswa. “Koper-koper
itu sangat merepotkan, cuma 36 mahasiswa aja bisa setengah jam loadingnya” ujar
Pak Amil. Pada KKNMU Bojonegoro ada 2 mahasiswa yang di pulang karena sakit tipes
dan homesick atau tidak terbiasa
dengan lingkungan baru serta banyak cerita unik lain yang di paparkannya
sehingga mengundang suasana kekeluargaan di dukung gelak tawa para mahasiswa.
Oleh karena itu Pak Amil berpesan pada para mahasiswa agar bisa mengondisikan
dirinya masing-masing di Purbalingga nanti jika memiliki riwayat sakit maka
bawalah obat-obat yang di perlukan sebagai antisipasi dan tetap bisa menjaga
diri disana.
Terakhir adalah pemberian materi
program kerja yang di jelaskan oleh Pak Dadang. Beliau menerangkan mengenai 4
pilar proker KKNMU yaitu Keilmuan, Keagaaman, Kesehatan, dan Lingkungan. Dalam
hal ini mahasiswa wajib membuat proker individu yang sesuai dengan jurusan
masing-masing. Selain itu mahasiswa juga di beri tugas dengan program LSBO atau
Lembaga Sosial Budaya dan Olahraga dimana program ini adalah program titipan
dari PP MUHAMMADIYAH yang isinya memberdayakan masyarakat melalui sosial,
budaya, dan olahraga seperti mengadakan kompetisi menari dan badminton tenis
tingkat kecamatan yang nantinya akan di koordinir oleh antar mahasiswa KKNMU
yang desanya berbeda-beda namun tetap dalam satu kelompok LSBO. Tak luput Pak
Dadang juga menceritakan hal unik lain dalam pengalamannya menjadi panitia KKN
di Kalimantan Barat, Palembang, Lampung, Bojonegoro dll. Mengingat KKNMU
bukanlah hal yang anti-mainstream melainkan
sudah menjadi agenda wajib di UMT. Gelak tawa peserta membuat semakin hangat
acara pembekalan pada waktu itu. Pada akhir pembicaraan Pak Dadang menyarankan
untuk membentuk struktur internal mahasiswa UMT untuk KKNMU ini agar bisa
mendiskusikan pertemuan berikutnya mengenai pelatihan pembuatan kuliner khas
Tangerang yang nantinya akan menjadi cinderamata untuk masyarakat Purbalingga
oleh masing-masing mahasiswa yang di tempatkan di desanya. Di ketahui juga Sabtu,
28 Juli nanti akan di adakan acara pelepasan resmi oleh rektorat UMT yang di
adakan di kampus UMT. Kemudian keberangkatan akan di jadwalkan pada Selasa, 31
Juli mendatang di taman Gajah Tunggal Tangerang.

Ka post lagi dong cerita peter cs yg Hans, William sama Janshen nya ditunggu yah
BalasHapus